coklat yummy :)
Rabu, 13 Februari 2013
tips buat move on :)
Move On, mudah untuk diucapkan, tapi susah setengah mati untuk dipraktekan. Ternyata memang benar yang namanya Move On nggak semudah yang kita bayangkan. Entah kenapa, kita masih aja tetep setia memikirkan dia yang sangat jahat karena sudah buat kita patah hati. padahal dia nya sendiri sudah Move On duluan dan nggak pernah lagi peduli sama perasaan kita. Tapi mau bagaimana lagi? hati dan perasaan adalah dua hal sensitif yang nggak bisa dibohongin. Mungkinkah ini yang namanya kesetiaan? Atau ini yang namanya tidak punya perasaan? meski sudah disakiti, tapi tetap aja berharap yang sebenernya kita tahu kalau itu nggak mungkin terjadi. Rasa cinta dan sayang yang mendalam buat seseorang yang spesial nggak gampang buat ngerubahnya jadi rasa yang biasa-biasa. Mencintai itu penuh pengorbanan. Melupakan seseorang yang pernah kita cintaipun penuh pengorbanan dan perjuangan juga.
Yang lebih parah, ketika kita mencintai seseorang yang ternyata tidak mencintai kita. Kalau kata anak gaul sekarang namanya, PHP. Mereka memberikan harapan yang sangat besar kepada kita dan meyakinkan kita kalau dia punya suatu perasaan bernama CINTA untuk kita. Ketika kita membalas nya, dia malah hilang entah kemana. Ketika kita mencarinya, ternyata dia sudah bersama yang lain. Dan dari situ, dimulai bagaimana cara melupakannya. Cara kita buat Move on dari dia. Dia yang datang secara tiba-tiba, mengisi kekosongan hati kita, dan pergi secara tiba-tiba juga. Bagaimana cara mengatasinya?
Pertama cara yang paling simple adalah BLOCK twitter dia. Buat apa melihat semua isi tweetnya yang seakan dia tidak melakukan kesalahan apapun. Dia malah terlihat bahagia dengan mention-mentionnya untuk pacar barunya. Membaca tweetnya yang masuk ke TL kita dengan kalimat romantis untuk pacarnya, itu malah buat kita semakin galau dan nggak bisa buat Move on.
Kedua, setelah BLOCK twitternya, jangan pernah punya niatan buat stalking twitternya dan kepo lagi all about dia. Stalking dan kepo itu dapat menyebabkan penyakit jantung yang berlebihan. Diharapakan kalian nggak melakukan kedua kegiatan tersebut kalau nggak mau menyesal nantinya.
Ketiga, delete semua contact dia di smartphone kita. Entah itu nomor HP atau Pin BB nya sekalipun. Sedikit jahat memang karena memutuskan tali silhaturahmi. Tapi buat apa kita masih mengingatnya ? toh dia pun nggak pernah inget lagi sama kita. Melihat namanya masih di contact, kadang bisa bikin kita punya niat untuk hubungin dia lagi dengan alasan klise menanyakan kabar. Ujung-ujungnya pasti bikin galau. Pasti deh kita nanyain juga tentang pacarnya. gimana hubungan dia dengan pacarnya, siapa pacar nya sekarang, atau apapun itu. Udah siap sakit hati dan galau lagi karena denger jawaban dia yang pasti memuja pacar barunya? seakan nggak pernah punya pengalaman indah sama kita. Seolah kita adalah orang yang numpang bahagia di kehidupannya. Dan dia pun bales text kita pasti dengan ala kadarnya. Itu pun kalau dibales sama dia. Kalau Cuma di ‘R’ doang? NYESEK.
Keempat, mulai delete dia from your heart. Dengan ketiga cara di atas otomatis kita nggak terlalu kepikiran lagi dengan dia. Dari situ coba mulai melupakan dia dari pikiran dan hati. Alihin perhatian kita ke hal-hal lain yang buat kita asik sendiri dan buat kita jauh lebih bahagia. Misalnya, kumpul sama temen. Mereka yang mengaku sahabat kamu pasti Membatu banget kok buat kita melupakan dia. Mereka yang mengaku dirinya sahabat pasti nggak mau liat sahabatnya sedih sendiri. Mereka pasti punya banyak cara buat kita agar cepet Move On.
Intinya, mikirnya gini, “ngapain sih gue mikirin dia yang pasti gak mikirin gue? Toh dia keliatan lebih bahagia sama pacarnya sekarang. Masih mikirin dia tuh Cuma buat hati tambah sakit. Buat apa gue buang-buang air mata, galau nggak ada habisnya cuma buat dia? Toh ujung-ujungnya gue akan tetap Move On juga. Kayak nggak ada yang lain yang lebih baik dari dia saja. Jodohkan nggak kemana. Tuhan pasti kirim jodoh yang terbaik buat gue. Tinggal gue nya aja sabar-sabar buat menunggu. Lagipula, ini bisa jadi pengalaman buat kehidupan cinta gue yang lebih baik. Setidaknya, gue belajar untuk hati-hati menaruh perasaan buat orang lain. Jangan gampang kemakan bujuk rayuan gombalnya. Semua ucapan butuh bukti. Bukan sekedar kata-kata aja.” Sekian. Semoga membantu
Rabu, 06 Februari 2013
SEJARAH VALENTINE
Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi)
apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan
Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine
sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana
kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
PANDANGAN ISLAM
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
PANDANGAN ISLAM
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
Selasa, 05 Februari 2013
bruno mars - grenade
grenade
Easy come, easy go, that’s just how you liveOh, take, take, take it all but you never give
Should’ve known you was trouble from the first kiss
Had your eyes wide open, why were they open?
Gave you all I had and you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked
‘Cause what you don’t understand is
I’d catch a grenade for ya
Throw my hand on a blade for ya
I’d jump in front of a train for ya
You know I’d do anything for ya
I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won’t do the same
No, no, no, no
Black, black, black and blue, beat me ’til I’m numb
Tell the devil I said, hey, when you get back to where you’re from
Mad women, bad women, that’s just what you are, yeah
You’ll smile in my face then rip the brakes out my car
Gave you all I had and you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, yes, you did
To give me all your love is all I ever asked
‘Cause what you don’t understand is
I’d catch a grenade for ya
Throw my hand on a blade for ya
I’d jump in front of a train for ya
You know I’d do anything for ya
I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for ya, baby
But you won’t do the same
If my body was on fire
Ooh, you’d watch me burn down in flames
You said you loved me, you’re a liar
‘Cause you never, ever, ever did, baby
But darling, I’d still catch a grenade for ya
Throw my hand on a blade for ya
I’d jump in front of a train for ya
You know I’d do anything for ya
I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won’t do the same
No, you won’t do the same
You wouldn’t do the same
Ooh, you never do the same
No, no, no, no
Langganan:
Postingan (Atom)